Selasa

Halaqah 14 | Kandungan-Kandungan Dalam Bab 2

 

Halaqah 14 | Kandungan-Kandungan Dalam Bab 2

Kitab: Kitabut Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-14 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Kitābut-Tauḥīd alladzhī huwa ḥaqqullāhi ʿalal ʿabīd yang ditulis oleh Al-Imām al-Mujaddid Muḥammad ibn ʿAbdil Wahhāb ibn Sulaimān At-Tamīmī raḥimahullāh.

Beliau mengatakan

فِيهِ مَسَائِلُ

Di dalamnya ada beberapa permasalahan, yaitu faedah-faedah yang bisa kita ambil dari ayat dan juga hadits-hadits yang disebutkan oleh Syaikh di bab ini.

الأُولَى: سَعَةُ فَضْلِ اللهِ

Yang pertama adalah luasnya karunia Allāh. Kalau kita melihat dari ayat dan juga Hadits tadi bagaimana Allāh memiliki karunia yang besar dan anugerah yang besar bagi orang-orang yang bertauhid, dimasukkan ke dalam Surga, diampuni dosanya, diharamkan atas Neraka, dan seterusnya, menunjukkan tentang keutamaannya orang yang bertauhid, dan termasuk di antaranya adalah timbangan yang sangat berat bagi orang yang bertauhid.

الثَّانِيَةُ: كَثْرَةُ ثَوَابِ التَّوْحِيدِ عِندَ اللهِ

Yang kedua adalah banyaknya pahala orang yang bertauhid di sisi Allāh, yang mengharuskan kita untuk bersemangat bertauhid dan melakukan kewajiban ini.

الثَّالِثَةُ: تَكْفِيرُهُ مَعَ ذَلِكَ لِلذُّنُوبِ

Yang ketiga, bahwasanya Tauhid ini bisa menjadi sebab diampuni dosa seseorang. Di samping pahala yang besar tadi juga menjadi sebab diampuninya dosa.

الرَّابِعَةُ: تَفْسِيرُ الآيَةِ الَّتِي فِي سُورَةِ الأَنْعَامِ

Yang keempat adalah penjelasan ayat yang ada dalam QS. Al-Anʿām, yaitu tentang keutamaan orang yang bertauhid, bahwasanya dia mendapatkan keamanan dan dia adalah orang yang mendapatkan petunjuk.

الخَامِسَةُ: تَأَمَّلِ الخَمْسَ اللَّوَاتِي فِي حَدِيثِ عُبَادَةَ

Yang kelima adalah engkau memberhentikan lima perkara yang ada di dalam Hadits ‘Ubadah, yaitu barangsiapa yang bersyahadat lā ilāha illallāh dan bahwasanya Muḥammad adalah hamba Allāh dan juga Rasul-Nya. Ini yang pertama. Kemudian bahwasanya ʿĪsā adalah hamba Allāh dan juga Rasul-Nya. Kemudian yang ketiga, bahwasanya ʿĪsā adalah kalimat Allāh, yaitu tercipta dengan kalimat Allāh dan ruh yang berasal dari Allāh. Kemudian yang keempat, bahwasanya Surga adalah benar. Dan yang kelima, Neraka adalah benar. Di antara lima ini adalah syarat, yaitu syarat meyakini bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allāh, menunjukkan tentang keutamaan Tauhid.

السَّادِسَةُ: أَنَّكَ إِذَا جَمَعْتَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ حَدِيثِ عُتْبَانَ وَمَا بَعْدَهُ، تَبَيَّنَ لَكَ مَعْنَى قَوْلِ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ”، وَتَبَيَّنَ لَكَ خَطَأُ الْمَغْرُورِينَ

Kemudian yang keenam, kalau engkau mengumpulkan antara Hadits tersebut dengan Hadits ʿItbān dan apa yang setelahnya, jelas bagi kamu tentang makna lā ilāha illallāh. Maksudnya adalah ternyata makna ucapan lā ilāha illallāh tidak cukup dengan ucapan saja, tapi harus disertai dengan keikhlasan, disertai dengan amalan, demikian pula harus disertai dengan keyakinan-keyakinan yang lain: meyakini tentang hari akhir, meyakini tentang Surga dan juga Neraka. Dan jelas bagimu kesalahan orang-orang yang tertipu, yaitu orang-orang yang meyakini bahwasanya cukup hanya mengatakan lā ilāha illallāh maka saya akan masuk Surga, tapi dia tidak beramal, tapi dia tidak meyakini keyakinan-keyakinan yang wajib yang lain. Maka ini adalah ucapan orang yang tertipu yang demikian.

السَّابِعَةُ: التَّنْبِيهُ لِلشَّرْطِ الَّذِي فِي حَدِيثِ عُتْبَانَ

Yang ketujuh, peringatan tentang syarat yang disebutkan dalam Hadits ʿItbān, yaitu tentang syarat ikhlas dalam kalimat Tauhid ini.

الثَّامِنَةُ: كَوْنُ الأَنْبِيَاءِ يَحْتَاجُونَ لِلتَّنْبِيهِ عَلَى فَضْلِ “لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Yang kedelapan, bahwasanya para nabi mereka juga membutuhkan untuk diingatkan tentang kalimat lā ilāha illallāh, yaitu tentang keutamaannya, karena di dalam Hadits tadi yang diriwayatkan oleh Ibn Ḥibbān dan juga Al-Ḥākim, Allāh mengingatkan kepada Mūsā AS tentang keutamaan lā ilāha illallāh.

التَّاسِعَةُ: التَّنْبِيهُ لِرُجْحَانِهَا بِجَمِيعِ الْمَخْلُوقَاتِ، مَعَ أَنَّ كَثِيرًا مِمَّنْ يَقُولُهَا يَخِفُّ مِيزَانُهُ

Yang kesembilan, peringatan tentang beratnya kalimat lā ilāha illallāh dibandingkan dengan makhluk-makhluk. Seandainya dikumpulkan seluruh makhluk, langit yang tujuh, dan penghuni yang ada di dalamnya kecuali Allāh, dan juga bumi yang tujuh, maka niscaya kalimat lā ilāha illallāh ini lebih berat, padahal kebanyakan orang yang mengucapkannya adalah orang yang ringan timbangannya, menunjukkan tentang keutamaan kalimat Tauhid ini, dan bahwasanya dia memiliki timbangan yang sangat berat di hari kiamat.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

image_pdfimage_print

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer