Selasa

Halaqah 04 | Gambaran Umum Isi Kitab

 

Halaqah 04 | Gambaran Umum Isi Kitab

Kitab: Kitabut Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Kitābut-Tauḥīd alladzhī huwa ḥaqqullāhi ʿalal ʿabīd yang ditulis oleh Al-Imām al-Mujaddid Muḥammad ibn ʿAbdil Wahhāb ibn Sulaimān At-Tamīmī raḥimahullāh.

Kitab ini, sebagaimana yang sudah kita sampaikan, ditulis oleh beliau raḥimahullāh, dan saat itu beliau sedang melakukan rihlah ke Al-Baṣrah.

Dan kitab yang akan kita belajar ini isinya adalah tentang Tauhid Al-Uluhiyah, yang merupakan inti dari da’wah para rasul dan juga para nabi. Dan dengan sebabnyalah Allāh ﷻ menciptakan manusia dan juga jin, dan dengan Tauhid inilah Allāh ﷻ menurunkan kitab-kitab-Nya. Oleh karena itu, tentunya kitab ini adalah kitab yang sangat penting dipelajari oleh seorang Muslim, dan mempelajari Tauhid ini adalah wajib hukumnya.

Bagaimana dia tidak wajib, karena Tauhid ini adalah tujuan Allāh ﷻ menciptakan manusia dan juga jin. Allāh ﷻ berfirman

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzāriyāt: 56)

Dan makna beribadah kepada-Ku yaitu mentauhidkan Aku di dalam ibadah. Dan insyāAllāh nanti di awal-awal kitab ini akan disebutkan oleh Syaikh tentang apa makna Tauhid, kemudian juga keutamaan Tauhid. InsyāAllāh kita akan pelajari bersama di awal-awal kitab ini.

Kemudian di antara manhaj, metode yang dilakukan oleh Syaikh di dalam kitab ini adalah kitab ini dipenuhi dengan ayat dan juga Hadits serta ucapan para salaf. Bab-bab yang disebutkan oleh Syaikh di sini jarang sekali beliau menyebutkan ucapan beliau. Kebanyakan adalah ayat, kemudian diikuti dengan Hadits, kemudian diikuti dengan ucapan para salaf. Setiap bab diawali dengan ayat atau beberapa ayat, atau diawali dengan Hadits, atau diawali dengan atsar, yaitu ucapan para salaf.

Kemudian juga di antara metode yang beliau lakukan di sini, dari setiap bab beliau akan menyebutkan faedah-faedah yang bisa diambil dari bab tersebut. Faedah-faedah yang bisa diambil dari ayat dan juga Hadits yang disebutkan oleh beliau di dalam bab tersebut. Dan ini tentunya adalah kelebihan, dengannya seorang penuntut ilmu bisa lebih memahaminya dan mengetahui maksud kenapa Syaikh mendatangkan ayat atau Hadits atau ucapan para sahabat tersebut.

Kemudian di antara manhaj / metode beliau di dalam kitab ini adalah beliau menyusun bab-bab sesuai dengan awlawiyat, yaitu sesuai dengan pentingnya secara runtut, secara beruntun sehingga dipahami oleh seorang pembaca dengan mudah. Seperti dalam Kitabut Tauhid ini beliau akan memulai dengan keutamaan Tauhid supaya seseorang semangat untuk mempelajari tentang Tauhid. Kemudian juga akan disebutkan tentang makna Tauhid, karena seseorang ketika dia sudah mengetahui keutamaannya, dia akan semangat untuk mengetahui isinya.

Demikian pula di antara metode beliau adalah di dalam penyebutan faedah, atau beliau namakan dengan masāil, permasalahan-permasalahan, maka beliau juga mengurutkan sesuai dengan urutan dalil yang beliau sebutkan di dalam bab tersebut.

Dan beliau juga banyak mengambil faedah dari ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan juga Ibnul Qayyim. Dan perlu diketahui bahwasannya sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, ini para ulama menyebutkan, belum ada kitab yang semisal dengan kitab ini. Maksudnya, ketika menyebutkan tentang Tauhidul Uluhiyah, belum ada sebelum Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab orang yang menulis kitab seperti beliau. Itu di dalam masalah Tauhidul Uluhiyah ini dengan bab-bab yang disebutkan oleh beliau, membawakan ayat, membawakan Hadits, membawakan atsar. Maka ini tentunya adalah sebuah kelebihan yang Allāh ﷻ berikan kepada siapa yang Allāh kehendaki.

Kemudian tentang bagaimana cara beliau menulis, beliau membagi kitab ini dalam beberapa bab. Jadi kitab ini terbagi menjadi beberapa bab, kemudian beliau memulai dari setiap bab itu dengan ayat, satu ayat atau beberapa ayat yang menunjukkan tentang tema tertentu atau materi tertentu kemudian setelah itu diikuti dengan Hadits.

Dan ini persis seperti yang dilakukan oleh Al-Imam Al-Bukhari. Di dalam Shahih Al-Bukhari, beliau raḥimahullāh di dalam setiap bab itu mendatangkan ayat, setelah itu mendatangkan Hadits. Tentunya tidak semuanya, tapi itu di antara cara dan metode yang beliau sebutkan di dalam Shahih beliau.

Kemudian perlu kita sampaikan di sini tentang para ulama yang telah menjelaskan dan juga sudah mensyarah Kitab at-Tauhid ini. Dan subhanallāh, ya, banyak sekali para ulama yang telah mensyarah dan menjelaskan kitab ini. Di antaranya adalah cucu beliau sendiri, Syaikh Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahab, di dalam kitab beliau Taisirul Azizil Hamid. Ini termasuk syarah yang lama juga. Kemudian juga Fatḥul Majid yang ditulis oleh cucu beliau juga, yaitu Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab.

Kemudian di sana ada Qurratu Uyunil Muwahhidin yang ditulis juga oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan. Kemudian juga ada Ibtal At-Tandid yang ditulis oleh Syaikh Saad bin Atiq. Ada juga Al-Qawlus Sadid yang dikarang oleh Syaikh Abdurrahman As-Sa’di. Kemudian juga ada di sana hasyiyah untuk Kitab at-Tauhid yang ditulis oleh Abdurrahman bin Qasim. Dan di sana ada Al-Jadid yang ditulis oleh Syaikh Abdul Aziz Al-Qura’awi. Kemudian Al-Qawlul Mufid yang ditulis oleh Syaikh Ibnu Utsaimin.

Dan masih banyak lagi. Banyak di antara ulama, baik yang dahulu maupun yang sekarang mereka memiliki syarah untuk Kitab at-Tauhid ini. Baik, itulah sedikit tentang biografi pengarang raḥimahullāh. Dan juga sedikit tentang Kitab at-Tauhid yang insyāAllāh akan kita pelajari. Dan kita memohon kepada Allāh ﷻ, semoga Allāh ﷻ memudahkan kita semuanya untuk bisa mempelajari kitab yang sangat penting ini.

Dan tentunya kalau memang ingin kita menimba ilmu dan sungguh-sungguh mendalami tentang masalah Tauhid, yang dia adalah sebab kita diciptakan oleh Allāh ﷻ, maka kita berusaha untuk itqan dan sungguh-sungguh mempelajari kitab ini. Kita harapkan kesungguhan antum untuk bisa mengikuti pelajaran tentang Kitab at-Tauhid ini.

Dan berusaha masing-masing untuk mendatangkan kitab atau buku terjemah kalau memang dia tidak bisa Bahasa Arab. Kemudian juga mencatat apa yang disampaikan, apa yang dijelaskan. Kemudian mengulang kembali, dan sebelum ada pelajaran yang baru berusaha untuk membaca pelajaran yang sebelumnya. Sehingga diharapkan antum yang ada di rumah dan di mana saja bisa mengambil manfaat dari pelajaran-pelajaran yang disampaikan.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

image_pdfimage_print

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer